Ku tak pernah temukan yang pernah aku punya, aku alami, dan aku rindukan setiap nafas berhembus setiap waktunya, aku belum bisa dan tak akan bisa pernah pergi dalam hati dan jiwamu, terlintas aku marah karna aku letih jenuh, semuanya karana aku melihatmu bahagiakan hidupmu tanpa lihat dalamnya aku, aku marah dan aku palingkan hati ini bersama yang lain bersama mereka yang hadirkan cinta untuk tiap hari dan waktuku.
Semua tersimpan rapih dalam ingatku, tersejarahnya kamu dalam hidup aku begitu belum usai, aku hanya bisa melukai orang-orang yang mencintaiku, aku pergi dan kembali menunggu cinta itu, sedalamnya aku jatuh dan acuhkan aku, aku yakin kamu akan ulurkan tangan ini untukku.
Aku rasa ada sesuatu yang masih terganjal perih dalam hati aku, aku bertanya apa itu, apa yang sebenarnya ku sakiti, terlarangnya pertemuan awal kitapun aku rasa begitu sangat elok aku buat sebuah cerpen yang unik tapi aku bingung dengan ending yang akan terjadi.
Sebelumnya aku tak pernah sesakit ini, jauh dari luar pemikiranku bahwa kamu memang terlalu hebat, Tuhan tahu semua kehebatan apa yang kamu berikan, sampai ku tersara terengkuh saat jauhnya dirimu hilang lenyap dalam hidupku.
Aku tak mampu mengekspresikan saat kau sejenak tengok aku, kamu selalu singgah saat hati aku benar butuh keramaian sapamu, aku bahkan bingung kenapa aku selalu ingin kerap berlari memelukmu erat dan habiskan semua tangis kerinduan.
Aku cemburu dengan dia yang selalu tau harimu, ntah status apa aku tak perduli yang pasti aku CEMBURU!!
Jumat, 18 Mei 2012
Seluruh Nafas Ini
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
t
Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
t
Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saatku tertatih (saat ku tertatih)
Tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir aku menyakitimu
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir dan ini yang terakhir
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Selasa, 15 Mei 2012
Lukisan
Tuhan menciptakanmu begitu indah
dengan mata yang indah
tutur kata yang indah
semuanya kamu itu indah
aku seperti air keruh dijalanan
hingga tak pantas berlian seperti dirimu berdampingan dengan ku
karna kamu begitu indah
air keruh ini pernah menyamarkan sinar yang terpancar
seperti tak layak kau terpanggil indah
aku malu
aku tersisih karana ke indahan mu
aku hanyalah air keruh jalanan
dan kau berlian
aku ingin mencintaimu seperti bulan dan bintang
bersama bersinar
aku hanya mampu melukiskan wajah indah itu di hati aku
aku tak mampu menjamah mu
terlalu jauh
terlalu indah
Senin, 14 Mei 2012
CERITANYA SEKARANG BARU BELAJAR BLOG
Karna w emg suka nulis2 yang gak penting daripada w nulis di status Fb yang malah melebihi karakter, ataupun di note Fb w kayaknya lebih gaul di ini BLOG deh, tapi w teh masih lieur pisan gunainnya, yahhh masih labil kata orang2, w yang masih labil ngegalau apalgi si 'aa yang nyebut w SANG ABABIL...
Ha9x
Tapi teh si 'aa kayak kakak w bgt orang yang selalu jawab pertanyaan w yang gaak penting dan w yang kalo ngomong bikin pusing yahhh wadjar aja sih w kan emg gak pernah penting dan harus menjadi pentung buat w..
SELAMAT DATANG BLOG W :*)
Langganan:
Komentar (Atom)